ISIMU, Bitungnews.id – Ribuan perangkat desa se-Kabupaten Gorontalo memadati Lapangan Basulapa, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Sabtu (27/9/2025). Mereka hadir dalam Apel Akbar Perangkat Desa Kabupaten Gorontalo 2025 yang dirangkaikan dengan jalan sehat dan pameran UMKM.
Mengusung tema “Membangun Desa Melalui Restorasi Perangkat Desa untuk Kabupaten Gorontalo Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara perangkat desa dengan pemerintah daerah.
Ketua Panitia, Agus Ali, S.Pd, yang juga Ketua PPDI Kabupaten Gorontalo, menyampaikan laporan bahwa apel akbar diikuti oleh 1.753 peserta dari 185 desa. Dari total 191 desa di Kabupaten Gorontalo, hanya enam desa yang tidak sempat memberikan konfirmasi kehadiran.
“Apel akbar ini murni hasil gotong royong perangkat desa. Biaya kegiatan ditopang dari penjualan kaus panitia, tanpa satu rupiah pun dari dana desa. Ini membuktikan nilai kekeluargaan dan persahabatan lebih dahsyat daripada uang,” tegas Agus.
Selain apel, peserta mengikuti jalan sehat bersama dan mengunjungi pameran UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan lokal. Suasana semakin semarak dengan kehadiran pelawak Gorontalo, Bapu Coki, Kepala Desa Lembetue Dkk, serta penampilan band Sedjiwa yang menghibur peserta.
Dalam sambutannya, Agus Ali juga menyuarakan aspirasi perangkat desa terkait tunjangan jabatan yang sejak 2017 belum mengalami perubahan. Menurutnya, perangkat desa menjalankan tugas berat yang membutuhkan dukungan kesejahteraan memadai.
“Kami berharap tunjangan perangkat desa bisa ditingkatkan sesuai dengan jabatan masing-masing. Aspirasi ini kami sampaikan langsung dalam apel akbar, karena kami ingin perangkat desa semakin solid dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, yang hadir dalam apel akbar tersebut, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini menjadi sejarah baru bagi perangkat desa di Indonesia.
“Saya bangga karena apel akbar seperti ini baru pertama kali digelar dan terjadi di Kabupaten Gorontalo. Saya ucapkan terima kasih kepada PPDI dan seluruh perangkat desa atas semangat kebersamaan ini,” kata Sofyan.
Menanggapi aspirasi soal tunjangan perangkat desa, Sofyan berjanji akan melakukan kajian mendalam. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap usulan tersebut.
“Percayakan kepada kami. Insyaallah tidak lama lagi, aspirasi ini akan kami laksanakan. Kami akan revisi Peraturan Bupati terkait tunjangan perangkat desa agar sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sofyan mengingatkan pentingnya kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan. “Kita harus satu jiwa. Tidak mungkin kita bisa bergerak bersama kalau putarannya berbeda. Visi misi pemerintah daerah hanya bisa berjalan jika perangkat desa solid,” tambahnya.
Apel akbar ini rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan dan digelar bergilir di setiap kecamatan. Untuk tahun 2026, kegiatan serupa akan dipusatkan di Kecamatan Dungaliyo.
Dengan dukungan penuh dari perangkat desa, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat peran desa sebagai garda terdepan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.


















