TONDANO, bitungnews.id — Suasana duka dan haru menyelimuti pemakaman Everdina Augustina Matulanda Ratulangi Sugandi, putri dari Pahlawan Nasional Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (Sam Ratulangi), yang berlangsung khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tondano Barat, Kelurahan Tounkuramber, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (16/7).
Almarhumah berpulang pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Jakarta, dalam usia 92 tahun. Sebelum prosesi pemakaman, ibadah pelepasan dilangsungkan di rumah duka Wale Tuminau, disaksikan oleh keluarga besar, kerabat, dan sekitar 150 pelayat dari berbagai kalangan.
TNI turut memberikan penghormatan terakhir melalui kehadiran Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura A.F. Santoso dan Danramil 1302-01/Tondano Kapten Inf Donny Lumenta, sebagai simbol negara dalam menghormati keturunan tokoh besar bangsa.
Sejumlah tokoh penting daerah hadir memberi penghormatan, antara lain Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua DPRD Minahasa Drs. Robby Longkutoy, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut Brigjen Pol R. Pitra A. Ratulangi.
Dalam sambutannya, Bupati Minahasa menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengapresiasi kontribusi almarhumah dalam merawat nilai-nilai perjuangan sang ayah. “Almarhumah adalah penjaga warisan moral dan semangat ‘Sitou Timou Tumou Tou’—falsafah hidup Minahasa yang berarti ‘manusia hidup untuk memanusiakan sesama’,” ujar Bupati Dondokambey.
Nama besar Sam Ratulangi sebagai tokoh pendidikan, kemerdekaan, dan filsafat kemanusiaan Indonesia tercermin dalam keteladanan hidup putrinya yang dikenal bersahaja namun teguh dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.
Kepergian Everdina Augustina menandai berakhirnya satu generasi keluarga langsung dari Sang Pahlawan Nasional, namun semangat dan pemikiran Dr. Sam Ratulangi diyakini tetap abadi dalam perjalanan bangsa dan daerah.






