Fakfak, bitungnews.id — Momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Fakfak menjadi ajang perwujudan semangat kebangsaan. Pemuda Panca Marga (PPM) bersama para Veteran hadir penuh khidmat dalam upacara bendera yang dipusatkan di Stadion 16 November Fakfak, Minggu (17/8/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, selaku Inspektur Upacara.
Kehadiran Veteran serta generasi penerus dari PPM Fakfak dalam barisan upacara menjadi simbol kesinambungan sejarah perjuangan bangsa. Mereka berdiri tegap, menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan tidak akan pernah padam meski zaman terus berubah.
Ketua PPM Kabupaten Fakfak, Maulana Patiran, dalam keterangannya menegaskan bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati bangsa Indonesia adalah buah dari pengorbanan luar biasa para pahlawan. Oleh karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
“Kemerdekaan ini adalah warisan besar dari para pejuang. Wajib bagi kita bersama-sama melanjutkan hasil perjuangan mereka. NKRI sampai mati!” tegas Maulana.
Maulana menambahkan, PPM Fakfak berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam membangkitkan semangat nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda yang saat ini lebih banyak dihadapkan pada tantangan globalisasi dan arus teknologi digital.
Para Veteran yang hadir dalam upacara tersebut juga menjadi pengingat hidup bagi masyarakat akan arti penting perjuangan. Meski usia mereka tak lagi muda, semangat kebangsaan yang terpancar dari wajah-wajah Veteran menjadi motivasi kuat bagi para pelajar, pemuda, hingga masyarakat luas yang menyaksikan jalannya peringatan.
Sejumlah Veteran menyampaikan harapannya agar bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Fakfak, tidak melupakan sejarah panjang perjuangan dan tetap menjaga persatuan serta kerukunan di tengah perbedaan.
Peringatan HUT RI ke-80 di Fakfak tahun ini dihadiri ribuan masyarakat, pelajar, ASN, serta unsur TNI-Polri. Selain upacara pengibaran bendera, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan atraksi seni, pawai pembangunan, hingga doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur.
Suasana penuh kebersamaan itu mencerminkan bahwa semangat persatuan dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia.












