Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten GorontaloProvinsi Gorontalo

Pondok Pesantren Asy-Syaikh Ahmad Al-Faaruuqy Tabongo Gelar Maulid dan Pertemuan Wali Santri

657
×

Pondok Pesantren Asy-Syaikh Ahmad Al-Faaruuqy Tabongo Gelar Maulid dan Pertemuan Wali Santri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN GORONTALO, Bitungnews.id || Pondok Pesantren Asy-Syaikh Ahmad Al-Faaruuqy di Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pertemuan wali santri, Jumat malam, 12 September 2025, usai sholat Isya.

Acara yang dilaksanakan di halaman pondok ini dihadiri perwakilan pemerintah, mulai dari Kasi Pemerintahan Kecamatan Tabongo Raman Sonu Adam hingga Sekretaris Desa Moahudu Rinto Karim. pimpinan pesantren Gentuma, wali santri, serta warga sekitar turut mengikuti rangkaian kegiatan.

Example 300x600

Ustaz Rozab al-Bukhari dalam ceramahnya menekankan keutamaan orang tua yang memiliki anak menuntut ilmu agama di pesantren. Menurutnya, pahala besar menanti mereka. “Orang tua yang anaknya belajar agama akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT dan derajat yang tinggi di surga,” ujar Ustaz Rozab.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersyukur karena anak-anak bisa menimba ilmu agama. “Bekal agama akan membentengi mereka dari perbuatan tercela. Apa pun profesi duniawi kelak, jika pondasinya agama, insyaAllah hidupnya akan lurus,” katanya.

Khodim Pondok, Ust. Muhammad Syihabuddin, menyebut keberadaan pesantren ini sebagai nikmat besar dari Allah SWT karena menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an dan ilmu agama. Ia menjelaskan program pondok, mulai dari tahfidz hingga madrasah diniah.

“Suasana di sini mendukung santri menghafal Al-Qur’an. Ada juga program menghafal kitab ulama salaf. Untuk tafsir, santri akan melanjutkan di Jawa setelah lima tahun belajar di sini,” ujar Ust. Syihabuddin.

Ia menambahkan, metode tahfidz yang digunakan pondok adalah Sabak Sabki Manzil, sistem lama yang menekankan hafalan baru, hafalan lama, dan pengulangan. Targetnya, santri bisa khatam 30 juz dengan kualitas hafalan yang kuat.

“Setiap hari ada hafalan baru, ada pengulangan, dan ada setoran. Jika satu hari hafal satu halaman, dalam sebulan bisa menuntaskan satu juz. Ada juga santri yang sudah sampai 20 atau 25 juz,” jelasnya.

Ust. Syihabuddin juga memaparkan capaian santri, mulai dari hafalan Qur’an hingga kitab. Muhammad Luthfi Ishaq, Muhammad Abdul Wahab, dan Syawal Tes telah hafal 5 juz majelisan. Rifki Anuna, Khairul Muhsin, Abdul Khair Kadir, dan Alghufron Yusuf berhasil menuntaskan 10 juz. Afnan Muhammad kini mencapai 20 juz, sementara Erik Hasan menghafal 25 juz. Tahun ini, dua santri, Muhammad Saad Ahmad dan Mufli Muhammad, berhasil khatam 30 juz dan ditargetkan mampu mencapai khatam kubra.

Dalam sambutannya, Ust. Syihabuddin turut menegaskan pentingnya kerja sama wali santri. Menurutnya, peran orang tua sangat menentukan perkembangan anak di pesantren.

“Tugas ustaz adalah memperbaiki kualitas anak. Orang tua harus mendukung, memberi semangat, dan menghibur saat anak merasa berat. Tanpa kerja sama, mustahil kualitas bisa ditingkatkan,” katanya.

Ust. Syihabuddin menambahkan, prestasi santri juga terlihat di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). “Alhamdulillah, ada santri kita yang ikut MTQ tingkat provinsi dan meraih juara dua untuk kategori 30 juz. Ini bukti usaha keras santri, ustaz, dan dukungan wali santri,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia meminta doa agar pondok terus berkembang, baik dari sisi jumlah santri maupun kualitas pengajaran.

“Kami berharap Allah SWT senantiasa menjaga dan melapangkan jalan pondok ini agar terus melahirkan generasi Qur’ani yang tangguh,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *