Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kabupaten GorontaloProvinsi Gorontalo

Kasie Pemerintahan Tabongo Turut Hadiri perayaan Maulid dan Pertemuan Wali Santri Pesantren Tabongo

317
×

Kasie Pemerintahan Tabongo Turut Hadiri perayaan Maulid dan Pertemuan Wali Santri Pesantren Tabongo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN GORONTALO, Bitungnews.id || – Pemerintah Kecamatan Tabongo menegaskan komitmen penuh untuk mendukung keberadaan pesantren Asy-Syaikh Ahmad Al-Faaruuqy. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasie Pemerintahan Kecamatan Tabongo, Raman Sonu Adam, yang hadir mewakili Camat Tabongo dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Syekh Ahmad Alfaruqi.

Dalam sambutannya, Raman mengungkapkan Camat Tabongo berhalangan hadir karena agenda lain, namun menitipkan salam sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan pimpinan pesantren.

Example 300x600

“Pesantren ini harus kita dukung bersama, termasuk dari pemerintah kecamatan. Apalagi di Tabongo belum ada Madrasah Aliyah Negeri, jadi pesantren ini menjadi harapan besar kita,” ujar Raman.

Menurutnya, keberadaan pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang paham agama, tetapi juga para penghafal Al-Qur’an (hafiz). Ia menuturkan, beberapa santri dari pesantren ini sudah mencapai hafalan 15 hingga 30 juz, bahkan ada yang berhasil mewakili provinsi di ajang MTQ.

“InsyaAllah dalam waktu dekat kami di pemerintahan akan menggelar rapat perdana persiapan pembinaan peserta MTQ. Yang hafalan 1 juz, 5 juz, sampai 30 juz nanti akan dibina. Bukan hanya hafalan, tapi juga pembinaan tilawah dengan lagu-lagu qira’ah seperti Bayati, Hijaz, Nahawan, Sika, sampai Jiharkah,” jelasnya.

Raman juga menekankan pentingnya memeriahkan Tahun Baru Islam agar tidak kalah dengan perayaan tahun baru masehi. Menurutnya, kegiatan seperti pawai hijrah Rasul hingga lomba keagamaan harus terus ditingkatkan dengan melibatkan sekolah, madrasah, dan masyarakat desa.

“Jangan sampai 1 Januari lebih meriah dari tahun baru Islam. Kegiatan pawai hijrah ini harus kita perkuat supaya menjadi tradisi,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak orang tua di Kecamatan Tabongo untuk tidak ragu memasukkan anak-anaknya ke pesantren. Menurutnya, selain diajarkan hafalan dan tajwid, para santri juga dibina agar disiplin dalam sholat lima waktu dan memahami arti Al-Qur’an.

“Kalau ada anak yang mau belajar di sini, itu harus kita dukung. Mereka bukan hanya bisa membaca, tapi juga memahami isi Al-Qur’an. Inilah amalan besar yang harus kita syukuri,” pungkas Raman.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Asy-Syaikh Ahmad Al-Faaruuqy turut dihadiri Pemerintah Desa Moahudu yang diwakili Sekretaris Desa Rinto Karim, para ulama, pimpinan pesantren Gentuma, dan masyarakat sekitar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *