Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NasionalSulawesi Utara

Kolintang Masuk UNESCO, Alvi Pongoh : Jaga dan lestarikan alat musik kolintang

1215
×

Kolintang Masuk UNESCO, Alvi Pongoh : Jaga dan lestarikan alat musik kolintang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bitungnews.id || SULUT, UNESCO resmi menetapkan alat musik tradisional Kolintang asal Minahasa, Sulawesi Utara, sebagai Kekayaan Budaya Dunia.

Example 300x600

Pengakuan internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai. Untuk merayakan momen bersejarah ini, Komunitas Kolintang se-Sulawesi Utara dengan bangga mempersembahkan iven akbar bertajuk “KONSER KEMENANGAN KOLINTANG” bertempat di Mantos 3 yang di gelar senin 23 Desember 2024.

Hal tersebut juga mendapatkan apresiasi oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesia Home Stay Association (DPP IHSA) H. Alvy Pongoh yang turut bangga dan bersyukur atas ditetapkannya KOLINTANG oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH).

Foto : H. Alvi Pongoh – Ketua Umum DPP IHSA (Indonesia Home Stay Asosiasi) dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bitung

Pongoh yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bitung mengatakan: “Sebagai warga Sulawesi Utara saya bangga dan bersyukur akhirnya Kolintang alat musik tradisional khas Minahasa bisa diakui secara resmi oleh badan dunia UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda”. Jelasnya

 

Pongoh juga mengajak agar musik kolintang ini terus di jaga dan dilestarikan.

 

“Mari torang sama-sama melestarikan seni budaya khas suku bangsa Minahasa ini dengan mendukung Generasi Muda untuk ikut mencintai Kolintang “. Tambahnya

 

Pengumuman bersejarah ini disampaikan dalam Sidang Komite Antar-Pemerintah untuk Daftar Warisan Tak Benda UNESCO sesi ke-19 yang berlangsung di Asunción, Paraguay tanggal 05 Desember 2024.

 

Kolintang diakui oleh UNESCO melalui mekanisme ekstensi dari Balafon, alat musik tradisional yang berasal dari tiga negara di Afrika Barat: Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading. Kedua alat musik ini memiliki kesamaan dalam bahan, bentuk, nada, fungsi, proses transmisi, dan nilai-nilai yang diusung.*** (red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *