FAKFAK, bitungnews.id — Pemerintah Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap 13 kampung, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan tertib sekaligus sebagai persiapan laporan pertanggungjawaban yang akan diaudit oleh tim pemeriksa.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Distrik Fakfak Tengah tidak hanya mengevaluasi kinerja pemerintahan kampung, tetapi juga menggagas terobosan kelembagaan berupa pembentukan Klinik Distrik SIGAP (Sistem Integrasi Gerak Aparat Kampung).
Gagasan ini diinisiasi langsung oleh Kepala Distrik Fakfak Tengah, Sulaiman Temongmere, sebagai langkah strategis memperkuat pendampingan dan koordinasi pemerintahan kampung.
Klinik Distrik SIGAP dirancang sebagai pusat layanan pendampingan administrasi dan peningkatan kapasitas aparatur bagi 13 kampung. Klinik ini akan membantu kampung dalam penyusunan laporan keuangan dan program, peningkatan kinerja aparatur, serta mendorong percepatan pelaksanaan pembangunan.
“Klinik Distrik SIGAP kami rancang sebagai pusat konsultasi dan pendampingan bagi kampung agar pengelolaan Dana Desa lebih tertib, transparan, dan tepat waktu,” ujar Sulaiman Temongmere.
Selain mendukung administrasi, Klinik SIGAP juga diproyeksikan mengawal kesinambungan perencanaan pembangunan, mulai dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat RT, Musrenbang kampung, hingga sinkronisasi program pada tingkat distrik dan kabupaten.
“Melalui Klinik SIGAP, setiap usulan pembangunan dari kampung akan kami kawal agar benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan dapat ditindaklanjuti secara nyata,” kata Sulaiman.
Menurutnya, pembentukan Klinik Distrik merupakan upaya konkret pemerintah distrik dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Fakfak, khususnya di Distrik Fakfak Tengah, melalui penguatan koordinasi, pendampingan teknis, dan pengawasan yang terintegrasi antara pemerintah distrik dan pemerintah kampung.
“Kami ingin memastikan seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan selaras, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.
Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh para kepala kampung, aparat kampung, serta unsur terkait lainnya. Seluruh hasil monitoring dan kesepakatan yang dihasilkan akan dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Inspektorat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Fakfak.
Dengan hadirnya Klinik Distrik SIGAP, Pemerintah Distrik Fakfak Tengah berharap pengelolaan pemerintahan kampung ke depan semakin efektif, terintegrasi, dan akuntabel, sekaligus mendorong pembangunan kampung yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.









