Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Gorontalo Utara

Perkuat Sinergitas, Kodim 1314 Gorontalo Utara Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial

43
×

Perkuat Sinergitas, Kodim 1314 Gorontalo Utara Gelar Binkom Cegah Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GORUT, Bitungnews.id – Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah, Kodim 1314/Gorontalo Utara menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial. Acara yang berlangsung di Aula Damai Bersatu ini mengusung tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik di Wilayah Kodim 1314/Gorontalo Utara”, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan ini merupakan program strategis dari Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan di tingkat lokal maupun nasional.

Example 300x600

Ketua Tim Binkom Pusintelad, Letkol Arm Dwi Sutariyo, S.E., M.Han., dalam sambutannya menekankan bahwa dinamika dunia yang terbuka serta masa transisi demokrasi menjadikan Indonesia cukup rentan terhadap gesekan sosial maupun horizontal. Ia mengingatkan bahwa konflik sekecil apa pun dapat menghambat laju pembangunan dan meninggalkan trauma psikologis mendalam di masyarakat.

Letkol Dwi juga memaparkan korelasi kondisi global terhadap stabilitas daerah. Menurutnya, ketegangan internasional seperti konflik Rusia-Ukraina serta situasi di Timur Tengah berdampak langsung pada fluktuasi harga energi dan ekonomi lokal.

“Masalah perut atau faktor ekonomi sering kali menjadi akar konflik. Jika masyarakat sejahtera dan kebutuhan tercukupi, potensi konflik akan terminimalisir. Oleh karena itu, mari kedepankan musyawarah dalam setiap persoalan,” tegas Letkol Dwi.

Sejalan dengan upaya preventif tersebut, Pasi Intel Kodim 1314/Gorut, Kapten Inf Hidayat Nurcahyo, membekali peserta dengan materi Bela Negara. Ia menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan hak dan kewajiban setiap warga negara sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3.

“Terdapat lima nilai dasar yang harus dijiwai: cinta tanah air, sadar berbangsa, yakin pada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Ini adalah tameng utama kita dalam menjaga keutuhan NKRI,” jelas Kapten Hidayat.

Dari sisi pemerintah daerah, Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Gorut, Ismail Pakaya, S.E., memaparkan historis kerawanan di wilayahnya, mulai dari sengketa lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) hingga dinamika di Objek Vital Nasional seperti Pelabuhan Anggrek. Ia mengimbau elemen mahasiswa dan aktivis agar dalam menyampaikan aspirasi selalu mengedepankan solusi dan cara-cara persuasif.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Gorut, Ipda Hedi Papendang, S.Pd., MH, menyoroti aspek hukum dalam penanganan konflik. Selain mensosialisasikan UU No. 7 Tahun 2012 dan KUHP Nasional yang baru, ia juga memberikan peringatan keras terkait maraknya krisis kekerasan seksual di wilayah tersebut.

“Gorontalo Utara saat ini menghadapi tantangan serius terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali membumikan falsafah ‘Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah’ sebagai benteng moral dalam interaksi sosial,” ujar Ipda Hedi.

Melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjadi agen perdamaian yang mampu mendeteksi serta mencegah potensi konflik sejak dini, demi terciptanya Gorontalo Utara yang aman, kondusif, dan sejahtera.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *