bitungnews.id || Bitung — Tragedi kembali terjadi di kawasan Kolam Aer Ujang, Kelurahan Pinokalan, setelah dilaporkan adanya korban jiwa yang tenggelam di lokasi tersebut. Ini bukan kali pertama insiden serupa terjadi, menandakan adanya kelalaian serius dalam pengelolaan ruang publik yang mestinya aman bagi masyarakat. Minggu (25/5/2025)
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bitung, Paulus Denny Liemitang, angkat suara menanggapi kejadian ini. Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap status dan penanganan kawasan Kolam Aer Ujang, yang sejak awal sudah direncanakan sebagai Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) hasil komitmen masyarakat adat, aktifis lingkungan dan komunitas anak muda dengan pihak jalan tol serta pemerintah.
“Ini sudah kejadian kedua. Artinya ada yang sangat keliru dalam tata kelola kawasan itu. Saat saya lakukan kunjungan kerja ke Aer Ujang beberapa waktu lalu, Lurah Pinokalan dan Danowudu menyampaikan bahwa sudah ada komitmen dengan pihak tol untuk menjadikan lokasi itu RPTRA. Tapi yang terjadi, hanya dibangun seadanya,” ujar Paulus Denny.
Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.
“Yang lebih parah, saat fasilitas itu hendak diserahkan ke Pemkot Bitung, tidak ada satu pun SKPD yang mau menerimanya. Ini memalukan. Masa ada fasilitas publik tapi tidak ada dinas yang bertanggung jawab? Ini bentuk nyata pembiaran,” tegasnya.
Fraksi Gerindra mendesak Wali Kota Bitung segera mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan kawasan tersebut agar tidak terus menelan korban. Selain penataan ulang, diperlukan kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pemeliharaan kawasan tersebut.
“Jangan tunggu jatuh korban lagi. Kami akan dorong agar ini masuk agenda prioritas dalam rapat dewan. Kota ini butuh ruang publik yang aman, bukan yang membahayakan nyawa warga,” tutup Liemitang.













