BITUNG, bitungnews.id — Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Sulawesi Utara memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Dua Sudara, Kota Bitung, pada Selasa malam (21/10), dalam kegiatan Dzikir Akbar, Tausiyah, dan Doa Bersama untuk Kota Bitung. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan menyemarakkan Pekan Olahraga Pondok Pesantren (POPP) se-Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 WITA tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 24 pondok pesantren se-Sulut, bersama sejumlah tokoh daerah dan pejabat pemerintah. Forkopimda Kota Bitung turut hadir memberikan dukungan, di antaranya IPTU Abdul Natip Anggai yang mewakili Kapolres Bitung, serta Kadis Kelautan dan Perikanan Sadat Minabari, S.I.K., M.Si. yang hadir mewakili Wali Kota Bitung.
Ketua Panitia Pelaksana H. Ayub Ali Albugis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pondok pesantren dan masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren (FUAPP) Sulut, KH. Muyassir Arif, mengajak seluruh santri untuk terus memperkuat ukhuwah islamiyah dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Ruslan Dermanto, dzikir bersama KH. Mashar Kinontoa, serta doa khusus untuk HUT ke-35 Kota Bitung yang dipimpin KH. Wahab Abdul Ghafur, Lc. Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa penutup serta ramah tamah antar peserta.
Dari sisi keamanan, Polres Bitung menerjunkan 70 personel gabungan dari Polres Bitung dan Polsek Matuari. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup sesuai Surat Perintah Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., serta melibatkan unsur pengamanan swakarsa seperti Panji Josua, ormas adat, dan organisasi kemasyarakatan Islam.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif hingga selesai pada pukul 22.30 WITA,” ujar Kabag Ops Polres Bitung KOMPOL Karel Tangay, S.H.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, Yahya Pasiak, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh semangat kebersamaan antar-santri di Sulawesi Utara.
“Dzikir dan doa bersama ini bukan hanya bentuk syiar Islam, tetapi juga wujud doa agar Kota Bitung senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kesbangpol Kota Bitung Agus Mamijo, S.Sos., tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lebih dari 2.000 santri dan tamu undangan dari berbagai kalangan.













