Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota BitungNasional

Mario Mamuntu Apresiasi Sinergi TNI AL–Polri Selamatkan ABK KM Anaiah Terbakar di Perairan Maluku

464
×

Mario Mamuntu Apresiasi Sinergi TNI AL–Polri Selamatkan ABK KM Anaiah Terbakar di Perairan Maluku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BitungNews.id, Bitung – Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bitung, Mario Mamuntu, menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat jajaran Satuan Patroli Komando Daerah Maritim (Satrol Kodaeral) VIII, Direktorat Polairud Polda Sulawesi Utara, serta Tim SAR Gabungan dalam operasi penyelamatan awak kapal (ABK) KM Anaiah yang mengalami kebakaran di perairan Maluku, Kamis (26/3/2026).

Insiden kebakaran tersebut menimpa kapal nelayan asal Kota Bitung yang tengah berlayar menuju Bitung. Informasi awal mengenai kecelakaan kapal diketahui dari laporan yang beredar di media sosial dan langsung ditindaklanjuti oleh berbagai unsur terkait.

Example 300x600

Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits, disebut segera mengerahkan langkah cepat untuk merespons laporan tersebut, berkoordinasi dengan Direktorat Polairud Polda Sulut serta Tim SAR gabungan guna melakukan operasi penyelamatan terhadap para ABK.

Ketua HNSI Kota Bitung, Mario Mamuntu, menilai gerak cepat aparat menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat nelayan yang setiap hari bekerja di laut dengan berbagai risiko.

“Kami dari HNSI Kota Bitung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satrol Kodaeral VIII, Dirpolairud Polda Sulut, dan seluruh Tim SAR Gabungan yang bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap ABK KM Anaiah,” ujar Mario Mamuntu dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Menurut Mario, respons cepat yang ditunjukkan oleh TNI AL dan Polri menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan perlindungan terhadap nelayan, khususnya saat terjadi keadaan darurat di laut.

“Begitu informasi kecelakaan kapal nelayan ini diketahui, Dansatrol Kodaeral VIII langsung merespons cepat dan memastikan langkah penyelamatan segera dilakukan. Ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan para nelayan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Direktorat Polairud Polda Sulut yang langsung mengerahkan personel ke lokasi setelah menerima laporan insiden tersebut.

“Kami mendapat informasi bahwa tim Polairud Polda Sulut juga segera bergerak ke lapangan untuk membantu proses evakuasi. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi berjalan sangat baik,” lanjut Mario.

Berdasarkan laporan yang diterima HNSI, para awak kapal KM Anaiah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah para ABK berhasil dievakuasi dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis. Ini tentu menjadi kabar yang melegakan bagi keluarga dan komunitas nelayan di Bitung,” tambahnya.

Mario menegaskan, kolaborasi antara HNSI, TNI AL, Polri, dan Tim SAR tidak hanya sekadar koordinasi formal, tetapi merupakan bentuk nyata sinergi kemanusiaan yang harus terus diperkuat.

“Ini bukan sekadar koordinasi antarinstansi, tetapi wujud sinergitas kemanusiaan. Solidaritas seperti ini sangat penting untuk menjamin keselamatan para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko di laut,” tegasnya.

HNSI Kota Bitung berharap sinergi antara lembaga pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi nelayan dapat terus diperkuat demi meningkatkan sistem keselamatan pelayaran nelayan di wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *