bitungnews.id || Bitung – Suasana haru dan semangat menyatu di Pelabuhan Bitung saat KM. Tilongkabila kembali bersandar pada Selasa, 7 Mei 2025 pukul 13.30 WITA. Kapal andalan masyarakat ini membawa ratusan penumpang dari berbagai kota, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjang ke timur Indonesia pada Kamis dini hari, 8 Mei 2025 pukul 03.00 WITA.

Sebanyak 468 penumpang tercatat turun di Bitung, disambut kerabat dan keluarga yang telah menanti. Di saat yang sama, 425 penumpang lainnya bersiap naik, membawa harapan dan rindu ke berbagai tujuan, mulai dari Gorontalo hingga Benoa.
Proses naik dan turun penumpang berjalan tertib dan lancar. Semua itu tak lepas dari kerja sama petugas di lapangan dan kesadaran para penumpang dalam mengikuti prosedur dengan tertib.
Kepala Cabang PT. Pelni Bitung, Juni Samsudin, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga suasana aman dan nyaman.
“Kami sangat berterima kasih kepada penumpang dan petugas yang sudah sama-sama menjaga ketertiban. Ini membuat perjalanan menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya menggunakan tiket resmi sesuai identitas.
“Kami terus mengimbau agar semua penumpang membeli tiket di tempat resmi—bisa lewat loket, aplikasi Pelni Mobile, atau mitra perjalanan terpercaya. Ini bukan hanya soal aturan, tapi demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Selain itu, Juni mengingatkan para penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan.
“Kami ingin setiap penumpang sampai tujuan dengan selamat, tanpa kehilangan barang. Simpanlah barang berharga di tempat aman dan tetap waspada selama perjalanan,” pesannya
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Pelni juga mendorong penggunaan fitur check-in mandiri melalui aplikasi Pelni Mobile. Kini penumpang bisa check-in tanpa harus antre di vending machine.
“Dengan fitur ini, waktu penumpang bisa lebih efisien. Tak perlu lagi cetak tiket fisik, cukup tunjukkan dari aplikasi,” ujar Juni.
KM. Tilongkabila dijadwalkan tiba di Gorontalo pada 8 Mei pukul 17.00 WITA, sebelum melanjutkan perjalanan ke Luwuk, Kendari, Raha, Bau-Bau, Makassar, hingga Labuan Bajo—membawa kisah dan harapan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.













