Bitungnews.id – Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 di SDN 16 Tibawa, Desa Labanu, Kecamatan Tibawa, berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Sebanyak 28 murid baru kelas 1 mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang dimulai pada Senin, 7 Juli 2025.
Kegiatan MPLS ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik baru kepada lingkungan sekolah, warga satuan pendidikan, serta budaya belajar yang akan mereka jalani selama enam tahun ke depan. MPLS juga dirancang untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan semangat belajar bagi seluruh siswa.
Kepala SDN 16 Tibawa, Hartati Aliyu, S.Pd., mengatakan bahwa MPLS tahun ini tetap mengedepankan prinsip ramah anak sesuai pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menyebutkan bahwa jumlah siswa baru tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah murid baru kelas 1 tahun ini hanya 28 siswa yang memenuhi syarat untuk diterima. Ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu, tapi kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik sejak hari pertama,” ujar Hartati kepada media, Senin (7/7).
Ia menambahkan bahwa kegiatan MPLS merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. “MPLS bukan sekadar pengenalan, tetapi proses membangun hubungan emosional antara anak, guru, dan lingkungan belajar yang baru. Ini adalah masa transisi penting yang harus dirancang secara menyenangkan dan edukatif,” tegasnya.
Pada hari pertama, para siswa disambut hangat oleh guru-guru dan mengikuti kegiatan “Pertemuan Pagi Ceria”, yang meliputi Upacara Bendera bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta pengenalan guru dan fasilitas sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan secara ringan namun bermakna, dengan pendekatan yang sesuai usia anak.
Guru kelas 1A, Farida Hasan Ismail, S.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan pada hari pertama adalah pendekatan emosional dan sosial. “Fokus kami hari ini adalah menciptakan suasana yang membuat anak-anak merasa diterima dan tidak cemas. Kami ajak mereka mengenal teman-teman sekelas, mengenal guru, serta mengenal ruang kelas secara perlahan,” kata Farida.
Hal senada disampaikan oleh guru kelas 1B, Delya S. Talipi, S.Pd.Gr. Ia menekankan pentingnya mengenalkan budaya sekolah dan pembiasaan positif sejak awal. “Kami memperkenalkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat seperti bangun pagi, makan sehat, dan gemar belajar. Ini bukan hanya seremonial, tapi bekal karakter yang akan mereka bawa sepanjang pendidikan dasar,” jelasnya.
MPLS di SDN 16 Tibawa dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mengacu pada pedoman resmi yang diterbitkan Kemendikdasmen. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pengenalan kurikulum, tata tertib sekolah, fasilitas pendidikan, budaya sekolah, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat.
Selain kegiatan wajib, panitia MPLS juga menyisipkan kegiatan kreatif seperti cerita bergambar, permainan edukatif, dan tur keliling sekolah agar siswa merasa senang dan tidak tertekan. Setiap kegiatan dilakukan di bawah pengawasan guru dan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.
Para guru berharap seluruh rangkaian MPLS berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi siswa baru. Mereka juga mengajak orang tua untuk turut serta menguatkan semangat anak dalam menjalani masa awal sekolah.
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Jika kesan pertama mereka baik, maka semangat belajar akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkas Hartati Aliyu.
Dengan pelaksanaan MPLS yang ramah dan menyenangkan, SDN 16 Tibawa berharap dapat mencetak siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat sejak dini. Kegiatan MPLS ini menjadi pintu awal bagi perjalanan panjang mereka dalam dunia pendidikan dasar.


















