Monano, Bitungnews.id – Jalan desa Monano hingga Sogu yang biasanya lengang berubah menjadi saksi bisu perjuangan seorang prajurit TNI. Dengan menggunakan mobil pribadinya, Babinsa Koramil 1314-01/Kwandang, Serda Jemsi Rende, menyusuri jalan desa yang berliku demi satu tujuan: menghadirkan beras murah bagi warganya.
Bukan di gudang, bukan pula di pasar besar. Penyaluran dilakukan langsung di titik-titik desa, agar masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pasar bisa ikut merasakan. Sebanyak 31 sak beras Bulog (155 kilogram) berhasil disalurkan kepada warga Desa Monano dan Desa Sogu, Kecamatan Monano.
Bagi masyarakat, momen ini bukan sekadar pembelian beras. Harga yang lebih terjangkau dari pasaran menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga yang setiap hari berjibaku memastikan dapur tetap berasap. Seorang ibu rumah tangga bahkan tampak meneteskan air mata sambil memeluk erat karung beras yang baru dibeli.
“Saya tidak ingin warga saya kesulitan mendapatkan beras. Dengan mobil pribadi saya, saya usahakan beras Bulog ini sampai langsung ke warga. Meski jumlahnya tidak banyak, semoga bisa meringankan beban masyarakat,” ujar Serda Jemsi Rende, dengan nada tulus.
Kehadiran Babinsa yang datang dari rumah ke rumah, menyusuri jalan pedesaan, meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Sinergi TNI dan Bulog ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepada rakyat bisa hadir tanpa batas ruang dan waktu.
“TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Selama saya mampu, saya akan terus menjadi jembatan antara masyarakat dan solusi bagi kebutuhan mereka,” tambah Jemsi penuh haru.
Langkah sederhana Serda Jemsi Rende dengan mobil pribadinya mungkin tampak kecil di mata sebagian orang. Namun bagi warga Monano dan Sogu, apa yang ia lakukan adalah sebuah pengorbanan besar. Ia tidak hanya menyalurkan beras, tetapi juga menyalurkan harapan dan kasih sayang seorang prajurit kepada rakyatnya.
Di balik senyum dan air mata bahagia masyarakat, tersimpan doa tulus agar prajurit seperti Jemsi selalu diberi kesehatan dan kekuatan. Sebab di pundaknya, warga melihat sosok TNI yang benar-benar hadir, bukan hanya sebagai penjaga bangsa, tetapi juga saudara dekat yang peduli pada penderitaan rakyat kecil.
Hari itu, di jalan-jalan desa yang sederhana, kita belajar bahwa kepedulian tidak harus megah, cukup dengan ketulusan hati yang nyata.


















