Bitung, bitungnews.id — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar kesiapan para penjamah makanan di daerah. Pada Minggu (29/9/2025), BGN menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nalendra ini menghadirkan perwakilan dari lima kecamatan SPPG di Kota Bitung dengan total 245 peserta. Mereka mendapatkan pembekalan dari lima narasumber yang membahas isu strategis mulai dari pengelolaan limbah, keamanan pangan, higienitas, hingga perlindungan relawan.
DLH Kota Bitung mengawali materinya menekankan Pengelolaan Sampah yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bitung, Meriyanti Dumbela, Dirinya menekankan pentingnya pemanfaatan sampah produksi SPPG.
“Tidak perlu semua sampah dibuang ke TPA. Sampah bisa diolah dengan cara sederhana, misalnya membuat tiga lubang tanah untuk menghasilkan pupuk organik,” jelasnya.
Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Bitung, Saul R. Tindangen, S.Tr.Gz, mengingatkan bahaya kontaminasi pangan.
“Satu titik yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal. Makanan harus diolah sesuai standar dan tidak dibiarkan terlalu lama sebelum dikonsumsi,” tegmakana
Ia juga menolak penggunaan makanan ultra proses seperti sosis dan nugget, kecuali diproduksi langsung dan dikonsumsi segera.
BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Relawan Dukungan juga datang dari BPJS Ketenagakerjaan melalui perlindungan jaminan sosial. Surya Pradaningrat menyebut relawan dapat terlindungi hanya dengan iuran Rp16.800 per bulan, termasuk fasilitas beasiswa untuk anak hingga perguruan tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Bitung, dr Piter Lumingkewas, menegaskan pentingnya sertifikasi bagi pemilik dan relawan SPPG.
“Ini bagian dari jaminan keamanan pangan yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Balai Besar POM Sulut menekankan pentingnya pemisahan bahan mentah dan matang, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tata letak penyimpanan sesuai standar untuk mencegah kontaminasi.
Harapan dari SPPG Bitung Koordinator Wilayah Kota Bitung, Dewi Sartika Mellaninyanto, menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh 245 peserta dari lima SPPG: Ranowulu, Madidir, Paceda, Kakenturan, dan Maesa.
“Kami berharap seluruh pekerja memahami materi, menjaga higienitas, serta memastikan distribusi makanan ke anak-anak penerima manfaat berjalan aman tanpa kejadian luar biasa (KLB),” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, BGN berharap kompetensi penjamah makanan di Kota Bitung semakin meningkat sehingga program MBG dapat berjalan lancar, sehat, dan aman bagi anak-anak di seluruh wilayah.














