Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

HNSI Kota Bitung Dukung Program Rumpon, Dinas Perikanan Sebut Fokus untuk Pemberdayaan Nelayan

14
×

HNSI Kota Bitung Dukung Program Rumpon, Dinas Perikanan Sebut Fokus untuk Pemberdayaan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BitungNews.id, Bitung — Polemik sekaligus perhatian publik terhadap program pengadaan rumpon di Kota Bitung akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Perikanan Kota Bitung bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bitung. Klarifikasi itu disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Mawar Saron, Kecamatan Madidir, Kamis (7/5/2026).

Kepala Dinas Perikanan Kota Bitung, Sadat Minabari, menegaskan bahwa program rumpon merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat nelayan kecil dan bukan diperuntukkan bagi kapal atau alat tangkap skala besar.

Example 300x600

Menurut Sadat, pengadaan rumpon dilakukan di empat kecamatan dan pelaksanaannya berada di bawah masing-masing kecamatan sebagai bagian dari pembangunan berbasis kelurahan sesuai visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung.

“Dinas Perikanan lebih mengarah pada pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat nelayan. Rumpon ini adalah alat bantu penangkapan ikan yang manfaatnya sangat besar bagi nelayan kecil,” ujar Sadat.

Ia menjelaskan, manfaat rumpon tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga ekologis dan pariwisata. Secara ekologis, rumpon menjadi tempat berkumpul dan berkembang biaknya ikan sehingga dinilai dapat meningkatkan populasi ikan di perairan sekitar.

“Dari sisi ekonomi, nelayan lebih mudah mendapatkan hasil tangkapan karena sudah ada titik berkumpulnya ikan. Bahkan ada manfaat wisata karena masyarakat bisa memancing dan bersantai di lokasi tersebut,” katanya.

Sadat juga menepis anggapan bahwa rumpon hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh nelayan kecil di Kota Bitung, khususnya pengguna alat tangkap pancing dengan perahu kecil.

“Ini bukan untuk kapal besar atau pengguna alat tangkap skala besar seperti pajeko dan sejenisnya. Program ini fokus untuk pemberdayaan nelayan kecil agar mereka bisa mendapatkan hasil tangkapan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Bitung, Mario Mamuntu, SAB didampingi Ical Mamuntu mengatakan pihaknya akan ikut mengawal seluruh tahapan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.

“Kami sudah mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Perikanan terkait isu rumpon yang sedang viral. Dari penjelasan yang kami terima, program ini sementara berjalan dan manfaatnya sangat baik untuk nelayan kecil,” ujar Mario.

Ia menilai program tersebut dapat membantu nelayan tradisional yang selama ini mengandalkan alat tangkap sederhana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Rumpon ini terbuka untuk masyarakat nelayan kecil di Kota Bitung, khususnya pengguna pancing. Tidak diperbolehkan untuk pengguna jaring besar. Jadi asas manfaatnya memang diarahkan kepada nelayan kecil,” katanya.

Mario juga meminta agar program tersebut tetap dijalankan secara transparan dan berkelanjutan sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kami dari HNSI akan mengawal setiap proses tahapan agar program ini berjalan transparan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *