bitungnews.id || Bitung – Upaya mencegah potensi konflik sosial di wilayah Sulawesi Utara kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang berlangsung pada Kamis (12/6) di Aula Lantai 4 Kantor Wali Kota Bitung. Jumat (13/6/2025)
Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1310/Bitung.”
Forum yang berlangsung sejak pukul 09.24 WITA ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, ormas, akademisi, hingga media. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P., yang menegaskan pentingnya komunikasi dua arah dalam mengantisipasi konflik horizontal di masyarakat.
“Komunikasi yang aktif dan partisipatif antar seluruh elemen sangat penting agar deteksi dini terhadap potensi konflik dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” ujar Letkol Hanif dalam sambutannya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci, antara lain:Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P. (Dandim 1310/Bitung) yang membawakan materi Bela Negara dan peran strategis warga negara dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa, termasuk melalui upaya non-fisik seperti melawan hoaks dan menjaga toleransi.
Drs. Oktovianus Tumundo, M.Si. (Kepala Badan Kesbangpol Bitung), yang memaparkan dinamika konflik sosial di masyarakat dan pentingnya pendekatan edukatif dan sosialisasi untuk memperkuat toleransi antar kelompok.
Kompol Karel Tangay, S.H. (Kabag Ops Polres Bitung), yang menjelaskan peran Polri dalam penegakan hukum dan alternatif penyelesaian konflik melalui mediasi, negosiasi, hingga pendekatan hukum adat.
Letkol Arh Sutrisno, S.Sos. (Pabandya I Renprogar Sintelad), mewakili Waasintel Kasad Bidang Binintel, menyampaikan materi tentang upaya pencegahan konflik berbasis wawasan kebangsaan dan pembangunan sistem penyelesaian damai.
Dalam sambutannya, Letkol Sutrisno menggarisbawahi bahwa “Konflik sosial bisa muncul dari berbagai aspek, dan komunikasi efektif menjadi kunci pencegahan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan empati, pemahaman, dan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif.”
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi, di antaranya:Sekjen BSMI Bitung, Drs. Rio E. Turipno, S.Psi.Ketua Ormas BIFI, Hj. Rinto Pakaya.Ketua GTI, Gafur Bawoel, Perwakilan GM FKPPI, Wilson, Tokoh media dan elemen intelejen dari Kodim 1310/Bitung.
Penyerahan bingkisan secara simbolis, sesi diskusi terbuka, hingga menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” turut mewarnai suasana kebersamaan forum ini.
Kegiatan Pembinaan Komunikasi ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam membangun ekosistem masyarakat yang lebih harmonis, damai, dan sejahtera.
Selain sebagai ajang tukar gagasan dan pengalaman, forum ini juga menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama dalam mengembangkan budaya dialog, mencegah intoleransi, serta memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Acara ditutup tepat pukul 12.50 WITA dengan pesan kuat: mencegah konflik bukan hanya tugas aparat, tapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.













