Bitung, bitungnews.id – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Bitung Bergerak pada rabu (3/9) di depan Kantor DPRD Kota Bitung berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. memimpin langsung jalannya pengamanan bersama 807 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, serta dukungan sejumlah organisasi masyarakat.
Sejumlah pejabat hadir memantau jalannya aksi, antara lain Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, Dir Intelkam Kombes Pol Sugeng Prayitno, Dansat Brimob Kombes Pol Agung Anggoro, Wali Kota Bitung Hengki Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Ketua DPRD Vivie Jeanet Ganap, serta jajaran Forkopimda Bitung.
Uniknya, kedatangan massa aksi justru disambut secara humanis oleh Kapolres dan jajarannya. Polisi terlihat membagikan kue dan air mineral kepada peserta aksi. Sambutan tersebut diapresiasi para pengunjuk rasa yang menilai aparat berhasil menunjukkan pendekatan persuasif dan penuh keakraban.
Setelah melalui proses negosiasi, perwakilan aksi diterima masuk ke ruang sidang DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Hasil pertemuan kemudian dibacakan langsung oleh Ketua DPRD, didampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta unsur Forkopimda, dan ditandatangani bersama dengan perwakilan massa.
Dalam pernyataannya, Kapolres Bitung mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung damai.
“Ternyata tidak seperti yang kita prediksi, semua berjalan damai. Begitu indah Kota Bitung yang kita cintai ini. Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, tapi jika dilakukan dengan cara damai dan tertib, hasilnya akan lebih baik bagi semua pihak,” ujar AKBP Albert Zai.
Kapolres juga menegaskan pentingnya komunikasi antara aparat dan masyarakat untuk menghindari potensi gesekan.“Kalau kita berkomunikasi dengan baik, maka kita bisa mengeliminasi kemungkinan risiko yang besar,” tambahnya.
Aksi berakhir dengan aman dan tertib, para peserta kembali ke rumah masing-masing. Kapolres berharap, pola pengamanan humanis yang dilakukan di Bitung bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola dinamika penyampaian aspirasi masyarakat.














