Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

UMKM Bitung Panen Rezeki di FPSL 2025, Raup Rp1,1 Miliar

187
×

UMKM Bitung Panen Rezeki di FPSL 2025, Raup Rp1,1 Miliar

Sebarkan artikel ini

Event Budaya Jadi Mesin Ekonomi Rakyat, Pemerintah Ubah APBD Jadi Uang Tunai di Tangan Masyarakat

Example 468x60

‎BITUNG, bitungnews.id — Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025 resmi berakhir dengan catatan manis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bitung. Selama enam hari pelaksanaan, event budaya yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-35 Kota Bitung itu berhasil mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp1,1 miliar, khusus dari sektor UMKM dan kuliner. Senin (13/10/2025)

Example 300x600

‎Bagi para pelaku usaha lokal, FPSL 2025 menjadi momentum “panen rezeki”. Sebanyak 27 UMKM/Ekraf, 19 Pedagang Kaki Lima (PKL), dan 4 pelaku UMKM kopi ikut merasakan dampak langsung dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

‎“Saya jualan Sasibi, Sasimi Bitung, dan Puji Tuhan, laku keras. Dukungan pemerintah lewat FPSL 2025 sangat membantu kami para UMKM binaan Komite Ekraf Bitung,” ungkap salah satu pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

‎Tak hanya kuliner dan produk kreatif, area Expo juga mencatatkan transaksi besar. Seorang pemilik booth sound system bahkan membukukan penjualan hingga Rp120 juta dalam satu hari. Total ada 25 pelaku expo dari berbagai lembaga dan sektor, termasuk Bank Indonesia (BI), perbankan, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang turut berpartisipasi.

‎Sektor seni dan kreativitas juga tak kalah menggeliat. Kegiatan seperti Mural Perahu, Mural Dinding, dan berbagai sub-sektor kreatif lainnya berkontribusi pada perputaran dana sekitar Rp200 juta. Secara keseluruhan, sebanyak 251 pelaku seni dan budaya dari berbagai usia terlibat aktif dan turut merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

‎Keberhasilan FPSL 2025 tak lepas dari sinergi Pemerintah Kota Bitung bersama Bank Indonesia, Forkopimda, dan berbagai mitra strategis. Dansatrol Koarmada VIII turut menyediakan kawasan strategis bagi penyelenggaraan festival, sementara BI memberikan dukungan berupa hadiah lomba dan penyediaan Wakaf Coffee Corner sebagai wadah promosi dan literasi keuangan bagi UMKM.

‎Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, mengapresiasi keberhasilan FPSL sebagai wujud nyata dari ekonomi partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.

‎“Festival ini bukan hanya ajang budaya, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat. APBD yang kita kelola berhasil mengalir langsung ke masyarakat dalam bentuk transaksi dan keuntungan nyata,” ujarnya.

‎Dengan capaian tersebut, FPSL 2025 dinilai menjadi tolak ukur suksesnya event budaya berbasis ekonomi kerakyatan, sekaligus contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat perekonomian daerah. Pemerintah berharap model ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *