Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

SMK Negeri 1 Bitung Gelar UAS Berbasis Digital, Tekankan Disiplin dan Karakter Siswa

170
×

SMK Negeri 1 Bitung Gelar UAS Berbasis Digital, Tekankan Disiplin dan Karakter Siswa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BitungNews.id, Bitung — Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMK Negeri 1 Bitung dipastikan berjalan dengan matang. Pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, termasuk penerapan sistem ujian berbasis digital yang sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan. Kamis (9/4)

‎Pelaksana Tugas Kepala Satuan Pendidikan SMK Negeri 1 Bitung, Drs. Christo A. Lewan, menyampaikan bahwa kesiapan sekolah telah dilakukan melalui sosialisasi intensif kepada siswa sejak awal semester.

‎“Kami sudah melakukan sosialisasi sejak Januari agar siswa benar-benar siap menghadapi ujian. Selain itu, kami juga melakukan koordinasi dan negosiasi selama tiga hari dengan pihak penguji untuk pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK),” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pelaksanaan UAS kali ini menggunakan perangkat berbasis Android sebagai bagian dari digitalisasi sistem pendidikan. Tercatat sekitar 300 siswa mengikuti ujian yang dimulai sejak Selasa dan akan berakhir pada awal pekan depan, termasuk jadwal ujian susulan.

‎“Penggunaan perangkat Android ini merupakan langkah mendukung program digitalisasi. Namun, kami tetap mengantisipasi kendala teknis seperti jaringan internet dan listrik yang bisa saja terjadi,” jelasnya.

‎Dalam pelaksanaannya, setiap ruang ujian dijaga oleh dua orang guru guna memastikan kelancaran dan mengantisipasi apabila ada tenaga pengawas yang berhalangan.

‎“Kami menempatkan dua guru di setiap kelas sebagai bentuk antisipasi. Jadi jika ada yang berhalangan, proses ujian tetap berjalan lancar,” katanya.

‎Sementara itu, untuk menunjang pelaksanaan UAS, siswa kelas X dan XI menjalani pembelajaran mandiri dari rumah karena ruang kelas difokuskan bagi siswa kelas XII.

‎Lebih lanjut, Christo menegaskan bahwa hasil UAS bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Penilaian diambil dari akumulasi proses belajar sejak semester awal hingga akhir, termasuk aspek karakter.

‎“Nilai UAS bukan satu-satunya penentu. Penilaian siswa diambil dari semester satu hingga enam. Yang paling utama adalah kepribadian, kedisiplinan, dan sikap siswa itu sendiri,” tegasnya.

‎Ia juga menyoroti kebijakan pembatasan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga fokus siswa selama proses pembelajaran.

‎“Saat kegiatan belajar mengajar, handphone dikumpulkan. Namun jika dibutuhkan untuk materi berbasis digital seperti Google, tetap digunakan secara terarah,” tambahnya.

‎Terkait harapan ke depan, pihak sekolah menekankan pentingnya kesiapan lulusan SMK untuk langsung terjun ke dunia kerja, tanpa menutup peluang melanjutkan pendidikan atau berwirausaha.

‎“Kami berharap lulusan bisa langsung bekerja. Namun, jika ingin melanjutkan kuliah atau berwirausaha juga sangat kami dorong. Yang terpenting adalah keteladanan, ketekunan, dan disiplin,” ungkapnya.

‎Ia pun menutup dengan pesan motivasi bagi para siswa.

‎“Kerja apa saja tidak masalah, yang penting tekun. Karena dari ketekunan itulah keberhasilan akan datang,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *