Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

‎Ical Mamuntu Dukung PWI Bitung, Minta Polisi Usut Akun Palsu Penyebar Isu SARA

196
×

‎Ical Mamuntu Dukung PWI Bitung, Minta Polisi Usut Akun Palsu Penyebar Isu SARA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

‎BitungNews.id, Bitung – Panglima Ormas Brigade Nusa Utara Indonesia, Ical Mamuntu, angkat suara terkait dugaan penyebaran konten bermuatan SARA melalui akun media sosial palsu yang mencatut nama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung. Ia menilai kasus tersebut berpotensi memicu konflik sosial jika tidak segera ditangani.

‎Ical meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, bergerak cepat mengusut pelaku di balik akun tersebut.

‎“Ini bukan sekadar persoalan media sosial. Ada potensi konflik sosial yang bisa muncul. Kami mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku,” kata Ical, Senin (13/4).

‎Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang mengandung unsur SARA.

‎“Masyarakat harus tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Pastikan setiap informasi yang diterima sudah jelas kebenarannya,” ujarnya.

‎Ical menegaskan pihaknya mendukung langkah hukum yang ditempuh korban, termasuk laporan ke kepolisian. Ia meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

‎“Kami mendukung penuh upaya korban mencari keadilan. Siapa pun pelakunya harus diungkap dan diproses. Tidak boleh ada ruang bagi penyebar kebencian,” tegasnya.

‎Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat, terutama dalam menyikapi informasi di media sosial.

‎“Ini harus jadi pelajaran bersama agar kita lebih bijak bermedia sosial dan tidak mudah percaya pada akun yang tidak jelas identitasnya,” tambahnya.

‎Ical berharap aparat kepolisian dapat menangani perkara ini secara profesional agar situasi tetap kondusif.

‎“Kami percaya polisi bisa menangani kasus ini dengan baik. Yang penting keamanan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Syarif Umar menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemuda GMIM dan berbagai pihak yang turut membantu meluruskan informasi di tengah masyarakat.

‎“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Ketua Pemuda GMIM. Saya juga sudah berkomunikasi dan melakukan klarifikasi melalui video yang disebarkan ke rekan-rekan wartawan agar masyarakat mengetahui fakta yang sebenarnya,” ujar Syarif.

‎Ia menegaskan bahwa akun yang beredar dan memuat konten bernuansa SARA tersebut bukanlah miliknya.

‎“Yang jelas, akun tersebut bukan milik saya. Ada oknum yang membuat akun atas nama saya dan menyebarkan postingan berisi isu SARA,” katanya.

‎Syarif menambahkan, dirinya telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi mengganggu stabilitas dan kerukunan di daerah.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *