Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

Perumda Pasar Bitung Dinilai Membaik, Reformasi Manajemen Era HHRM Tunjukkan Hasil Nyata

146
×

Perumda Pasar Bitung Dinilai Membaik, Reformasi Manajemen Era HHRM Tunjukkan Hasil Nyata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BitungNew.id, Bitung — Kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Bitung dinilai menunjukkan perbaikan signifikan di bawah kepemimpinan pemerintahan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka (HHRM). Transformasi tersebut terutama terlihat pada aspek manajemen, tata kelola keuangan, serta disiplin internal perusahaan.

 

Example 300x600

Pemerhati politik dan kemasyarakatan Kota Bitung, Haji Harsono Muhammad, S.Sos, menyebut bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolektif tiga direksi baru yang dinilai mampu menghadirkan perubahan dalam waktu relatif singkat.

 

Menurut Harsono, indikator paling objektif dapat dilihat dari hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun 2025 yang memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), meningkat dibanding tahun sebelumnya yang justru memperoleh opini Disclaimer.

 

“Publik harus realistis menilai. Perusahaan dengan status Disclaimer bisa bertransformasi menjadi WDP hanya dalam enam bulan, itu bukan hal mudah,” ujar Harsono, Minggu (19/4)

 

Ia menjelaskan, saat awal kepemimpinan direksi baru, kondisi Perumda Pasar masuk kategori “sakit”, dengan ketidakseimbangan pendapatan serta potensi kebocoran dalam pengelolaan keuangan.

 

“Ini jelas sebuah capaian. Apalagi perusahaan sebelumnya menghadapi persoalan serius, mulai dari pendapatan yang tidak seimbang hingga indikasi kebocoran. Sekarang mulai tertata,” tambahnya.

 

Sebagai akademisi, Harsono juga menekankan pentingnya publik menggunakan parameter yang kredibel dalam menilai kinerja sebuah badan usaha daerah. Ia menilai hasil audit KAP merupakan rujukan utama yang sah secara regulasi dan profesional.

 

“Hasil KAP itu final, karena dilakukan auditor bersertifikat, independen, dan melalui proses menyeluruh. Jadi aneh jika penilaian profesional disandingkan dengan opini yang tidak berbasis data,” tegasnya.

 

Ia juga mengkritisi munculnya serangan di media sosial yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.

 

“Kalau kritik hanya berbasis asumsi liar tanpa data dan akuntabilitas, itu bukan kontrol sosial, tapi penyesatan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Harsono mengungkapkan bahwa perubahan juga terasa kuat di internal perusahaan, mulai dari penerapan sistem kerja yang lebih disiplin hingga transparansi pengelolaan keuangan.

 

“Sekarang sistem kerja lebih terukur, standar operasional mengikuti regulasi, absensi ketat, dan alur keuangan lebih akuntabel. Bahkan direksi tegas melawan pungli, suap, dan gratifikasi,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, berdasarkan informasi internal yang diterimanya, tidak ada lagi pegawai yang bekerja tanpa tugas jelas, sebagaimana terjadi pada periode sebelumnya.

 

“Dulu masih ada pegawai yang tidak jelas pekerjaannya, bahkan tidak produktif. Sekarang semua punya tanggung jawab. Jika terlibat pungli atau pelanggaran, langsung ditindak tegas,” ujarnya.

 

Meski demikian, Harsono mengingatkan agar manajemen Perumda Pasar tetap memperhatikan kewajiban strategis, termasuk penyetoran deviden kepada Pemerintah Kota Bitung pada akhir tahun anggaran 2026.

 

“Kalau deviden sudah bisa disetorkan, maka manajemen saat ini bisa dikatakan semakin sempurna. Itu juga akan menjawab para pengkritik yang tidak objektif,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *