Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Bitung

Kalapas Bitung Gandeng PWI, Tegaskan Komitmen Humanis dan Transparansi Pembinaan Narapidana

1905
×

Kalapas Bitung Gandeng PWI, Tegaskan Komitmen Humanis dan Transparansi Pembinaan Narapidana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

bitungnews.id || BITUNG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bitung, Edi Kuhen, A.Md.IP, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis dan transparan menjadi prinsip utama dalam pembinaan warga binaan. Hal ini ditegaskannya dalam dialog terbuka bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bitung di Kedai Ewako Kecamatan Maesa, Jumat (2/5/2025).

 

Example 300x600

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap isu dugaan kekerasan terhadap salah satu narapidana. Edi menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan inspeksi mendadak pada malam hari saat informasi diterima.

 

“Kami tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun. Lapas bukan tempat balas dendam, melainkan tempat untuk membina dan memanusiakan kembali mereka yang pernah tersesat,” ujar Edi.

 

Ia menjelaskan bahwa warga binaan yang dimaksud adalah residivis yang kini menjalani masa hukuman sembilan tahun, dengan kondisi medis tertentu—yakni leukositosis atau yang awam dikenal sebagai kusta. Pihak lapas, menurut Edi, secara aktif memastikan hak-hak kesehatan warga binaan tetap terpenuhi, termasuk koordinasi dengan kepolisian dan aparat teritorial saat proses pengobatan dilakukan.

 

“Kesehatan adalah hak asasi yang tak bisa ditawar, bahkan untuk mereka yang sedang menjalani pidana sekalipun,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Kalapas juga memaparkan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan dan psikososial yang tengah digalakkan. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Dinas Pertanian dalam pelatihan pertanian produktif di dalam lapas. Edi menilai program ini berdampak langsung terhadap kepercayaan diri dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang bebas dari sini membawa harapan, bukan sekadar beban masa lalu. Mereka harus punya bekal untuk hidup layak dan bermartabat,” tambahnya.

 

Didampingi Kepala KPLP Jerry Djarang dan Kaur Umum Berlin, Edi menyebut bahwa mayoritas kasus pidana di Lapas Bitung saat ini adalah kasus asusila dan penganiayaan. Ini menuntut pendekatan pembinaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

 

Pertemuan dengan PWI Bitung ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan media. Edi berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan narasi pemasyarakatan yang lebih adil, edukatif, dan manusiawi.

 

“Kami ingin publik memahami bahwa di balik tembok penjara, ada proses pemulihan. Dan setiap manusia, betapapun kelam masa lalunya, berhak atas kesempatan kedua,” tutup Edi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *