bitungnews.id || Bitung — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bitung (KPPBC TMP C Bitung) kembali menggelar Coffee Morning untuk ketiga kalinya pada Rabu (11/6), bertempat di aula kantor Bea Cukai Bitung.
Dengan tema “Bersinergi dalam Harmoni Menuju Bea Cukai Bitung Makin Baik”, kegiatan ini menjadi ajang dialog terbuka antara jajaran Bea Cukai, insan pers, serta 34 perusahaan ekspor-impor aktif di Kota Bitung. Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bitung turut hadir dalam acara tersebut.
Plh. Kepala Bea Cukai Bitung, Feri Hadi, dalam sambutannya menegaskan komitmen institusinya terhadap integritas dan pelayanan publik yang bersih.
“Kami sudah digaji, tidak perlu diberi lagi,” tegas Feri Hadi, merujuk pada upaya mencegah praktik gratifikasi, pemerasan, dan suap di lingkungan kepabeanan.
Ia juga memaparkan program-program utama yang tengah dijalankan, meliputi:
- Pengendalian Gratifikasi
- Penanganan Pengaduan dan
- Perlindungan Pelapor
- Penerapan Sanksi Hukum terhadap
- Praktik Suap dan Pemerasan
Feri menegaskan bahwa pelaporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional dengan menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Ia juga memperingatkan bahwa pelanggaran oleh pegawai, khususnya di lapangan, akan dikenakan tindakan tegas.
“Jangan sampai pemerasan menjadi kebiasaan. Tidak akan ada toleransi,” ujarnya.
Materi kedua disampaikan oleh Donni Firmansyah, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan, yang menyoroti transformasi digital dalam pelayanan ekspor-impor.
Donni memaparkan pemanfaatan sistem CEISA 4.0, serta optimalisasi fasilitas kepabeanan seperti:
- Kawasan Berikat
- Gudang Berikat
- Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)
- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Menurutnya, kehadiran Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) menjadi elemen penting dalam menjaga efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi ekspor-impor.
Materi ketiga disampaikan oleh Yeri Adilang, yang menjelaskan pembaruan sejumlah regulasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pemaparan ini ditujukan agar pelaku usaha di wilayah Bitung dapat menyesuaikan operasional mereka dengan kebijakan terbaru.
Kegiatan Coffee Morning ini menjadi cermin komitmen Bea Cukai Bitung untuk terus membuka ruang dialog bersama pemangku kepentingan. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang bersih, kompetitif, dan selaras dengan dinamika global.













