Fakfak, bitungnews.id – Dalam rangka mendukung aksi perubahan di tingkat distrik, Kepala Distrik Fakfak Tengah, Soleman Temongmere, S.T., M.M., meluncurkan terobosan baru berupa inovasi SIGAP (Sistem Integrasi Gerak Aparat Kampung).
Inovasi ini diproyeksikan menjadi wadah peningkatan kapasitas aparat kampung, khususnya dalam mengelola dana desa agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Sosialisasi pembentukan Tim Klinik Distrik Inovasi SIGAP digelar di Fakfak Tengah dengan melibatkan aparat kampung, pemerintah daerah, serta sejumlah stakeholder.
Inovasi ini mendapat dukungan penuh dari PLT Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Fakfak yang diwakilkan oleh Jantje Tupalessy, S.Sos.,M.Si dan diikuti oleh 13 kampung di wilayah Distrik Fakfak Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Fakfak Tengah, Soleman Temongmere S.T,.M.M menjelaskan bahwa inovasi SIGAP akan menjadi sarana pendampingan bagi aparat kampung dalam mengelola dana desa.
“Kami ingin agar pengelolaan dana kampung bisa lebih baik ke depan. Melalui klinik distrik, aparat kampung akan didampingi, diberi ruang konsultasi, dan diarahkan agar program kampung berjalan sesuai aturan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, 13 kepala kampung bersama Kepala Distrik Fakfak Tengah menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Fakfak, melalui DPMK, dapat memberikan dukungan anggaran untuk memperluas pembentukan Klinik Distrik Inovasi SIGAP ke 17 distrik yang ada di Kabupaten Fakfak.
Mereka menilai bahwa dengan adanya dukungan anggaran, Klinik Distrik Inovasi SIGAP dapat berjalan sesuai tujuan, yaitu menjadi pusat pendampingan dan konsultasi aparat kampung dalam mengelola dana desa serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan langkah awal di Fakfak Tengah ini, inovasi SIGAP diharapkan mampu menjadi contoh penerapan tata kelola kampung yang lebih baik di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat kampung, dan masyarakat.














